Pandeglang, 18/8 (SIGAP) - Harga kacang tanah kupas di pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten pekan ini masih bertahan pada tingkat Rp15 ribu/kg.
Rosyadi, pedagang kacang dan bumbu dapur di Pasar Badak Pandeglang, Kamis, pada awal Ramadhan harga kacang naik dari Rp14 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg.
Ia juga menjelaskan, harga eceran kacang tanah kupas kemungkinan naik menjelang hari raya Idul Fitri, karena permintaan cukup tinggi.
Menjelang Idul Fitri, kata dia, permintaan tinggi karena banyak masyarakat membuat kue dan makanan tambahan berbahan baku kacang tanah, seperti gado-gado.
Sedangkan untuk jenis kue yang selalu dibuat warga Pandeglang setiap Idul Fitri dengan memerlukan cukup banyak kacang tanah yakni gipang, yang berbahan dasar beras.
"Bahan dasar membuat gipang memang beras putih dan gula, tapi biasanya masyarakat mencapurnya dengan kacang tanah," katanya.
Didik, pedagang lainnya juga mengakui kemungkinan terjadi kenaikan harga menjelang Idul Fitri, karena dipengaruhi meningkatnya permintaan dari masyarakat.
Untuk kebutuhan lain, menurut dia, bawang putih saat ini Rp14.500/kg, bawang merah Rp14 ribu/kg, kunyit Rp18 ribu/kg, kencur Rp18 ribu/kg, jahe Rp18 ribu/kg.
Kemudian, tomat apel Rp6.500/kg, tomar sayur atau tomat kecil Rp6.500/kg, kemiri kupas Rp28 ribu/kg dan lada Rp90 ribu/kg.(ant) |
Palembang, 18/8 (SIGAP) - Harga ikan air tawar jenis gabus pada beberapa pasar tradisional di Palembang, Kamis mengalami kenaikan, karena pasokan dari daerah sentra produksi berkurang.
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang, sejak dua hari terakhir hingga Kamis harga ikan air tawar jenis gabus ukuran sedang tercatat Rp32 ribu per kilogram, padahal tiga hari lalu masih kisaran Rp28 ribu per kg.
Menurut pedagang sejak dua hari terakhir memang ada beberapa jenis ikan air tawar mengalami kenaikan harga antara lain ikan gabus dan mujair, karena pasokan barang berkurang, sedangkan permintaan konsumen selama bulan suci Ramadhan ini meningkat.
Sedangkan ikan air tawar jenis lainnya seperti patin, dan lele masih bertahan, karena pasokan barang dengan permintaan konsumen di pasaran berimbang, kata pedagang itu lagi.
Demikian halnya dengan harga daging ayam potong beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan sempat mengalami kenaikan hingga Rp30 ribu per kg, namun setelah itu bergerak turun terendah Rp25 ribu per kg, kata Ny Gayah, pedagang di pasar tersebut.
Catatan harga selengkapnya sebagai berikut:
---------------------------------------------------------------------------------------
Jenis komoditas : harga sekarang : tiga hari lalu ========================================
- ikan gabus ukuran sedang/kg :Rp32 ribu :Rp28 ribu
- ikan sepat :Rp16 ribu :Rp15 ribu
- ikan baung ukuran sedang :Rp25 ribu :Rp25 ribu
- ikan patin :Rp18 ribu :Rp18 ribu
- ikan mujair :Rp25 ribu :Rp22 ribu
- lele lebak :Rp18 ribu :Rp18 ribu
- daging ayam potong :Rp25 ribu :Rp26 ribu |
Pangkalpinang, 18/8 (SIGAP) - Harga ikan kering di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), turun karena permintaan ikan kering selama bulan puasa sangat sepi.
"Turunnya harga ikan kering semata-mata karena sepinya permintaan ikan kering, jika dibandingkan sebelum puasa permintaan cukup banyak," ujar yasir, pedagang ikan kering di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, pedagang sengaja tidak menambah pasokan ikan kering, karena stok dipedagang masih banyak, untuk menarik pembeli agar ikan kering laku terjual pedagang sengaja menurunkan harganya.
"Harga ikan teri rebus turun menjadi 30 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, harga ikan teri Medan turun menjadi Rp60 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp65 ribu per kilogram.
Harga ikan teri tawar turun menjadi Rp40 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp45 ribu per kilogram," ujarnya.
Demikian juga harga udang ebi turun menjadi Rp65 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp70 ribu per kilogram, harga ikan belanak turun menjadi Rp20 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp25 ribu per kilogram dan harga ikan sembilang turun menjadi Rp20 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.
Ia menjelaskan, meskipun harga ikan kering telah turun namun permintaan tetap sepi sampai minggu ketiga puasa Ramadhan.
"Permintaan berbagai jenis ikan kering hanya 2 hingga 5 kilogram saja dalam satu hari, padahal sebelumnya bisa mencapai 15 kilogram sehari," ujarnya.
Menurut dia, diperkirakan harga ikan kering akan kembali turun melihat kondisi permintaan masyarakat terus berkurang.
"Kalau tetap bertahan dengan harga sekarang kemungkinan pedagang akan mengalami kerugian yang cukup besar, karena ikan kering yang tidak laku terjual maka kwalitasnya akan berkurang, seperti warna ikan berubah dan bisa busuk," uajrnya.
Giman, pedagang ikan kering lainnya, mengatakan, saat ini harga ikan kering turun, karena permintaan ikan kering sangat sepi, sehingga banyak ikan kering yang tidak laku terjual.
"Untuk menanggulangi agar kerugian tidak bertambah besar pedagang ikan kering sengaja menurunkan harga karena kalau harga bertahan tinggi permintaan akan semakin sepi," ujarnya.
Sementara itu, dengan turunnya harga ikan kering diharapkan permintaan kembali meningkat, meskipun keuntungan yang didapat pedagang tidak sebesar sebelumnya. (ant) |
Pangkalpinang, 18/8 (SIGAP) - Harga telur ayam ras (negeri) di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), stabil karena stok mencukupi untuk memenuhi permintaan konsumen menjelang Lebaran Idul Fitri 1432 H.
Pedagang telur ayam ras di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang, Darman, Kamis, mengatakan, harga telur cendrung stabil karena pasokan telur dari Palembang sejauh ini berjalan lancar sehingga stok telur mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Harga telur ayam ras ukuran sedang berkisar Rp800 hingga Rp900 per butir dan untuk telur ukuran besar berkisar Rp1.000 hingga Rp1.100 per butir," ujar Menurut dia, harga telur akan bergerak naik biasanya menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, biasanya kenaikannya harga telur ayam ras bisa mencapai Rp1.250 perbutir.
"Kenaikkan harga dipicu karena terjadinya lonjakan permintaan dari sebelumnya, karena kebutuhan telur ayam ras meningkat saat itu untuk keperluan menyambut lebaran. Selain itu, juga akibat stok dipedagang makin menipis," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk saat ini permintaan telur belum terjadi lonjakan yang berarti atau cenderung normal. Masyarakat membeli telur ayam ras masih sebatas untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk rumah makan," ujarnya.
"Permintaan telur ayam ras untuk saat ini masih didominasi oleh pedagang makanan dan warung makan, sementara permintaan ibu rumah tangga agak kurang," ujarnya.
Diperkirakan lonjakan permintaan akan terjadi seminggu menjelang Lebaran Idul Fitri, karena masyarakat membutuhkan telur untuk membuat kue-kue lebaran dan keperluan lainnya.
Pedagang telur lainnya, Yanti mengatakan, harga telur ayam ras masih stabil karena stok di pedagang mencukupi hingga menjelang lebaran dan pasca lebaran.
"Sementara itu, harga telur ayam kampung juga sering berfluktuasi tergantung produksi sehingga pada waktu-waktu tertentu bisa mencapai RP2.500 per butir, mengingat kebutuhannya sangat besar terutama memenuhi kebutuhan pengelola warung kopi dan rumah makan," ujarnya.(ant) |
|
|