Minggu, 20 Mei 2012
Jelang Eksekusi Tanah Bantaran, Warga Siap Perang
Jumat, 30 Juli 2010 10:15
AddThis Social Bookmark Button

Pasar Kliwon - Menjelang eksekusi yang dijadwalkan Sabtu (31/7) besok, penghuni bantaran Sungai Bengawan Solo di kawasan Semanggi sepakat menolak proyek peninggian dan pelebaran tanggul. Keputusan penolakan itu disepakati ratusan warga saat mengadakan pertemuan di tanggul Semanggi, Rabu (28/7) malam. Ratusan warga yang ada di sejumlah RT dan RW setempat secara bulat menolak dan siap melawan bila pelaksana proyek, dalam hal ini Pemkot Solo dan Balai Besar Sungai Bengawan Solo (BBSBS) tetap ngotot untuk meneruskan proyek itu. “Kami akan tetap mempertahankan tanah air kami, sampai kapan pun,” kata salah satu warga, Darini, dalam pertemuan itu. “Tidak ada kata menyerah,” tambahnya. Koordinator lapangan, Joko Kristianto, mengatakan kepada warga untuk menumbuhkan rasa saling memiliki dan mendukung satu sama lain. “Bila satu kena, ya kita maju bersama-sama. Bila backhoe-nya muncul dari utara, kita yang di selatan menyerbu ke sana bersama-sama,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan 150-an warga lainnya. Lebih lanjut, Joko mengimbau agar warga tetap berpegang pada hukum. Hal ini agar aksi penolakan itu tidak justru merugikan mereka. Warga lain, Hendro, meragukan tujuan peninggian tanggul tersebut untuk mengantisipasi banjir. “Itu hanya akal-akalan saja,” katanya sembari menambahkan agar warga bersedia direlokasi dengan harga murah. Ia berpendapat, ada cara untuk mengantisipasi banjir yang lebih manusiawi dan tidak merugikan warga sekitar, yaitu talutisasi, pengerukan dan revitalisasi sungai tersebut. “Jelas ada udang di balik batu,” katanya. (Solopos.com)

 

Arsip Berita